MAKNA DAN FILOSOFIS DALAM KIDUNG LELAYU PITRA YAJNA

MAKNA DAN FILOSOFIS DALAM KIDUNG LELAYU PITRA YAJNA

Oleh:
Teguh Samiadi
STAH LAMPUNG

Abstrak: Tulisan ini merupkan ulasan makna filosofi yang terkandung dalam
setiap bait kidung lelayu yang digunakan dalam upacara pitra yadnya umat Hindu
Jawa di Pringsewu. Dalam ajaran agama Hindu terdapat tiga kerangka dasar
agama yaitu, Tattwa (filsafat), Susila (Etika), dan Acara (Upacara). Ketiga
kerangka ajaran agama Hindu ini merupakan kesatuan yang utuh, terjalin dan
tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaanya. Arti ketiga arti dari kerangka dasar
tersebut masing-masing adalah tatwa merupakan landasan filosofis ajaran agama
dan sekaligus digunakan sebagai pandangan hidup manusia, susila adalah suatu
tindakan atau tingkah laku yang didasarkan atas kebaikan dalam kaitan mencapai
suatu tujuan hidup beragama, susila merupakan landasan dan pedoman moral
yang meliputi ajaran tentang tingkah laku yang ditujukan untuk memupuk moral
dan budhi ekerti, dan acara merupakan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan
beragama meliputi tradisi dan aktivitas-aktivitas hidup keagamaan. Ketiga
kerangka dasar ini merupakan landasan dalam pelaksanaan Panca Yajna. Salah
satu pelaksanaan yajna adalah Pitra Yajna dalam ritual persembahyangan Pitra
Puja, khususnya yang dilaksanakan masyarakat Jawa yang beragama Hindu di
Pringsewu. Dalam persembahyangan, Pitra Puja terdapat kidung yang mengiringi
ritual tersebut yaitu Kidung Lelayu.
Kata Kunci : Makna filosofis, kidung Lelayu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *