PENGARUH LINGKUNGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN KELUARGA SEBAGAI PENDORONG MINAT BELAJAR REMAJA HINDU BALI Di Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan

PENGARUH LINGKUNGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN KELUARGA SEBAGAI PENDORONG MINAT BELAJAR REMAJA HINDU BALI
Di Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan

 

Oleh :

Ni Made Indrayani

Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

 

ABSTRAK : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan pendidikan masyarakat dan keluarga sebagai pendorong minat belajar remaja yang dilakukan di Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.

       Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan populasi penelitian adalah seluruh penduduk Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan  yang secara keseluruhan beragama Hindu dengan jumlah populasi sebanyak 1132 jiwa. Sampel dari penelitian adalah 70 keluarga yang memiliki anak b remaja dengan umur 15-20 tahun, dan narasumber wawancara sebanyak 7 orang yang diwawancarai. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tehnik porposife sampling, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner, wawancara dan dokumentasi.

Berdasarkan analisis hasil wawancara dan koesioner dengan menggunakan uji –t, bertaraf nyata  = 0,05, dan uji hipotesis regresi diperoleh disimpulkan (1) peranan tokoh masyarakat berpengaruh pada minat belajar remaja Hindu, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis yang pertama yaitu 0,00 < 0,05 ini menunjukan hubungan yang signifikan, dan mendapatkan presentase sebanyak 26,20%,  (2) peranan keluarga berpengaruh terhadap minat belajar remaja Hindu, hal ini bisa dilihat dari uji hipotesis yang kedua yaitu 44,80% efektivitas minat belajar remaja diperoleh dari kontribusi perasanan keluarga. Artinya efektivitas belajar remaja mendapat kontribusi yang positif dan signifikan dari peranan keluarga dan (3) suatu minat belajar remaja berpengaruh dengan adanya peranan tokoh masyarakat yang berfungsi sebagai pengawas perkembangan lingkungan remaja dan keluarga yang memiliki peran yang utama terhadap perkembangan pembelajaran yang diperlukan oleh remajanya.

 

Kata Kunci: Peranan  Tokoh Masyarakat, Peranan Keluarga Dan Minat Belajar

PENDAHULUAN

Keluarga seseorang yang paling dekat dengan seorang anak untuk berkembang menjadi seorang yang lebih dewasa. Dalam suatu keluarga seorang anak adalah bagian yang paling cepat untuk menyimak dan mendapatkan pendidikan yang baik ataupun pendidikan yang buruk. Keluarga sebagai pendidik yang pertama dan utama untuk anak oleh karenanya peran orang tua dan keluarga dapat mempengaruhi perkembangan anak secara umum dalam menumbuh kembangkan pikiran dan tingkah laku dalam menuju jenjang kehidupan yang lebih luas. Selain keluarga yang dapat mempengaruhi perkembangan anak adalah masyarakat.

Tokoh masyarakat merupakan orang tua untuk seorang anak secara umum dalam kehidupan bermasyarakat atau dalam kehidupan sehari-hari selain dalam keluarga. Tokoh masyarakat merupakan orang tua yang dapat memberikan pendidikan yang positif bagi seorang anak untuk mendapatkan hasil yang baik guna terbentuknya generasi muda penerus yang baik dan unggul dalam pemenuhan kehidupan serta sebagai calon pemimpin dalam keluarga ataupun dalam kehidupan bermasyarakat. Tokoh masyarakat juga sebagai pelindung bagi seorang anak dalam pergaulannya, agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negatif yang anak peroleh dalam pergaulan di masyarakat secara umum.

Selain dalam masyarakat pendidikan formal sangat di perlukan oleh seorang anak untuk menambah wawasan yang khusus yang hanya di dapatnya di dunia pendidikan formal atau sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bersifat mendidik anak secara etika dan ilmu pengetahuan yang memegang peranan penting untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan penerapan konsep diri. Dalam mengembangkan proses belajar mengajar guru di harapkan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh siswanya agar dapat berkembang menjadi generasi yang lebih baik, tidak hanya dapat lulus dari sekolah tetapi dapat juga menjadi pribadi yang lebih baik untuk masa depan.

 Desa Sumbernadi terletak di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu desa yang masyarakatnya secara keseluruhan beragama Hindu etnis Bali, dengan jumlah umat Hindu yang banyak, desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar remajanya  dan menjadi contoh bagi masyarakat Hindu di desa lain di Kecamatan Ketapang. Namun  demikian, remaja Hindu di desa sumbernadi sudah melemah dalam bidang pendidikan. Dari sekian banyank remaja hanya ada beberapa saja yang melangsukan pendidikan yang bersifat formal, terutama pada masyarakat yang tergolong mampu untuk meneruskan pendidikan anaknya. Salah satu faktor yang mungkin menyebabkan para orang tua tidak meneruskan pendidikan anaknya adalah kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya suatu pendidikan yang harus dimiliki oleh ramaja di masyarakat Hindu di Desa Sumbernadi.

 

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian  kuantitatif adalah penelitian yang dinyatakan dalam anggka dan analisis dengan tehnik statistik. Penelitian yang cendrung digunakan dalam penelitian bersifat eksperimen. Penelitian kuantitatif  atau Quantitatif  Research  adalah  suatu  metode  penelitian  yang  bersifat  induktif, objektif  dan  ilmiah  di  mana data yang di peroleh berupa angka-angka (score) atau pernyataan-pernyataan yang di nilai, dan dianalisis dengan analisis statistik. Penelitian kuantitatif biasanya di gunakan untuk  membuktikan dan menolak suatu teori. Karena penelitian ini biasanya bertolak dari suatu teori yang kemudian diteliti, dihasilkan data, kemudian dibahas dan diambil kesimpulan.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

  1. Peranan keluarga dalam membimbing dan memberikan pendidikan kepada anak

       Orangtua berperan sebagai pendorong atau penyemangat anaknya dalam menempuh pendidikan atau pembelajaran baik formal maupun non formal hal ini di karenakan oleh peranan orang tua sebagai guru yang berda dirumah adalah pendidik yang pertama dan   utama dalam bermasyarakat. Dalam bermasyarakat seorang anak atau remaja yang sedang berkembang sering mengalami masalah-masalah yang didapat nya oleh karena itu guru yang dirumah adalah seorang yang memiliki peran yang sangat penting sebagai pendidik yang memberikan solusi atas masalah-masalah yang di alami serta memberikan semangat dalam proses belajar.

Orangtua berperan sebagai pendidik yang pertama dan utama  dalam masyarakat maupun dalam pendidikan formal yang dialami oleh seorang remaja, selain itu orang tua juga  berfungsi sebagai pendorong kepada remajanya yang mengalami masalah dalam belajar, serta masalah dalam pergaulan yang di alami dalam masyarakat. Orang tua juga sebagai sahabat dan orang tua bagi remaja agar seorang remaja tidak minyimpang dalam pergaulan  bermasyarakat.

Orangtua berfungsi sebagai pembimbing seorang remaja dalam bermasyarakat serta dalam bergaul dalam kerukunan dalam bertetangga, orang tua juga sebagai pendukung wajib belajar 12 tahun kepada anak atau remajanya agar tercipta sutu generasi muda yang berkualitas  yang dapat diandalkan dalam bermasyarakat. Selain itu orang tua perperan sebagai pelindung dan memberikan saran kepada remajanya agar tepat waktu dalam belajar agar terciptanya motivasi belajar yang giat sehingga terciptanya waktu adalah uang. Dukungan yang diberikan di berikan oleh orang tua berguna sebagai member wawasan kepada remaja dalam berkehidupan bermasyarakat.

Dukungan orangtua sangat penting karena orang tua merupakan motifator bagi remaja dalam kehidupan bermasyarakat. Orangtua sering memberikan dorongan karena orangtua lebih berpengalaman dalam berkehidupan ber masyarakat, pendidikan yang diperlukan oleh para remaja  minimal pendidikan   12 tahun yang merupakan pendidikan formal bagi remaja, selain itu pendidikan remaja 12 tahun merupakan dasar pendidikan bermasyarakat. Orang tua sebagai pemberi penjelasan bagaimana pentingnya belajar dibawah jam 8 malam, karena pada jam tersebut tingkat kosentrasi anak masih sangat kuat. Jika diatas jam 8 malam kosentrasi dan fokus seorang anak mulai melemah akibat aktifitas satu hari penuh.

Orangtua memiliki peranan yang sangat penting untuk membentuk generasi muda yang berpendidikan, orang tua diperlukan oleh seorang anak atau remaja sebagai pedoman atau pendorong minat belajar anak atau remaja dalam meraih cita-citanya, selain itu generasi muda yang perpendidikan adalah generasi yang dapat membantu terwujudnya suatu bentuk kepemeritahan yang edealis dalam suatu perkembangan remaja. Orang tua mempuyai peran sebagai pendamping dalam kegiatan belajar dalam bermasyarakat, apabila seorang remaja mendapatkan masalah dalam pergaulan dalam bermasyarakat disanalah peranan orang tua sebagai penyemangat dan sumber pemecahan masalah.

Orangtua memiliki peranan yang penting dalam suatu perkembangan remaja yang sedang berkembang. Orang tua hendaknya memberikan dukungan penuh kepada remaja yang  pada proses-proses pertumbuhan, hal ini dilakukan dikarenakan pada masa ini remaja sangat rentang terpengaruh terhadap pergaulan yang bersifat negatif. Selain itu juga peranan orang tua sangat penting yaitu sebagai pendukung dalam suatu pendidikan remaja yang pada pada masa ini adalah masa-masa menuntut ilmu yang akan dijadikan modal sebagai pedoman hidupnya kelak dalam bermasyarakat ataupun dalam pemenuhan kebutuhannya sehari-hari.

Dapat diambil kesimpulan bahwa pada hakekatnya orang tua memiliki peranan yang penting untuk mendukung remajanya untuk mendapatakan pendidikan yang layak dan pantas, baik dalam pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Pendidikan ini berguna sebagai pendukung masa perkembangan remaja dalam berkehidupan masyararakat, selain itu dukungan yang diberikan oleh para orang tua ini akan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada anak yang mendapatkan dukungan dari orang tua yang ada dilingkungan masyarakat. Dukungan yang diberikan orang tua kepada remajanya akan menjadi suatu dorongan yang sangat baik bagi anak untuk berkembang dan menjadi genarasi muda yang intelektual yang berguna bagi dirinya dan lingkungan, sehingga dapat berinteraksi dimasyarakat dengan baik.

 

  1. Pengawasana yang dilakukan masyarakat dan keluarga terhadap pendidikan anak

Pengawasan yang diberikan kepada remajanya sangat penting untuk memberikan suasana belajar yang tertib terhadap remajanya yang sedang berkembang, pengawasan yang diberikan oleh orang tua sangat perlu dikarenakan orang tualah yang terdekat bagi remaja yang dapat dipercaya dapat memberikan wawasan dan pengawasan terhadap proses pergaulan bermasyarakat.

Kurangnya pengawasan yang diberikan oleh tokoh masyarakat dapat menyebabkan generasi muda yang kurang baik dalam lingkungan masyarakat, oleh karena itu tokoh masyarakat harus memberikan pengawasan yang ketat kepada remajanya agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang bersifat negatif. Tokoh masyarakat merupan orang tua remaja yang kedua dari remaja didesa sumbernadi, karena tokoh masyarakat pihak-pihak yang dianggap oleh para remaja sebagai panutan dalam bergaul dimasyarakat dan sebagai orangtua yang berpengaruh terhadap perkembangan remaja.

Pengawasan yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dan orang tua memili sifat berfariasi, tokoh masyarakat memiliki fungsi pengawasan yang bersifat umum kepada remaja yang ada dalam lingkungan masyarakat seperti pengawasan dalam bidang proses pergaulan dalam bermasyarakat agar lebih terarah pada ahlak-ahlak yang baik, seperti contoh mengajak remajanya ikut serta dalam bergotong royong, melaksanakan upacara-upacara adat, yang pada dasar dari kegiatan proses seperti ini adalah pengawasan secara tidak langsung ataupun langsung. Karena dalam proses tersebut anaka atau remaja yang bersangkutan dapat belajar bergaul dimasyarakat segaligus tokoh masyarakat dapat melihat kegiatan yang dilakukan remajanya. Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua lebih tertuju pada pengawasan yang bersifat khusus seperti pengawasan dalam proses belajar yang tepat pada waktunya, pengawasan dalam pembentukan sopan satun dalam bermasyarakat, pengawasan yang dilakukan orang tua adalah pengawasan yang dilakukan secara bertahap, dalam artian pengawasannya terjadi padasaat seorang remaja baru lahir sampai ia beranjak dewasa, saat ia tertidur sampai denga ia terbangun dari tidur. Demikian pengawasan yang dilakukan oleh orang tua kepada remajanya untuk menuju karah yang lebih baik.

Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua adalah pengawasan yang bertujuan untuk terbentunya generasi muda yang baik untuk Masyarakat Bangsa dan Negara.  Dalam pengawasannya orang tua memberikan pengawasan pada proses belajar dirumah, orangtua selalu menasehati anak dalam belajar dan melihat hala apakah yang dipelajari oleh remajanya. Dalam pengawasaanya orang tua bertindak sebagai orang tua, sahabat. Hal ini dilakukan agar orangtua dapat lebih mudah mengawasi dan memahami masalah-masalah yang dialami remajanya dalam kehidupan masyarakat atau dalam dunia pendidikan formal. Pengawasan yang dilakukan oleh tokoh masyarakat berupa pengawasan yang bersifat adat istiadat ataupun kehidupan bermasyarakat. Masyarakat memiliki tugas pengawasan tentang silsilah kegiatan bermasyarakat ataupun kegiatan adat yang ada dalam kehidupan masyarakat agar terciptanya suatu pendidikan non formal secara tidak langsung, yang kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarat oleh para remajanya. pengawasan ini dilakukan secara bertahap, yang bertujuan untuk membentuk generasi muda yang bermoral dan memiliki silsilah keagamaan dan bermasyarakat.

Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat sangat berpengaruh, karena masyarakat merupakan media kontrol bagi remaja agar tidak berbuat hal-hal yang bersifat negatif, pengawasan yang dilakukan oleh tokoh masyarakat sangat berpengaruh karena tokoh masyarakat merupakan panutan yang dicontoh oleh generasi muda hindu. Ke ikutsertaan tokoh masyarakat masyarakat dalam mengawasi remaja dapat mewujudkan suasana belajar dimasyarakat yang baik bagi remaja. Pengawasan yang dilakukan orang tua kepada remajanya dengan cara memberikan penjelasan bagaimana pentingnya belajar dibawah jam 8 ( delapan) malam pada saat dirumah selain itu orang tua memberikan arahan bagi remaja untuk mengikuti kegiatan keagamaan yang ada di desa yang disebut dengan pasraman yang telah disediakan oleh tokoh-tokoh masyarakat desa sumbernadi. Dan mengefaluasi apakah yang didapat oleh remajanya dalam suatu hari belajar maupun beraktifitas.

Dapat diambil kesimpulan bahwa tokoh masyrakat dan keluarga melakukan pengawasan kepada anak atau remajanya dalam proses pendidikan, walau masih ada beberapa masyarakat yang enggan dan kurang paham tentang pendidikan seorang remaja. Namun pada saat ini tokoh masyarakat dan orang tua mulai memahami tentang pentingnya suatu pendidikan seorang remaja baik secara formal maupun non formal.

 

 

  1. Jenjang pendidikan yang dimiliki remaja Hindu Desa Sumbernadi.

Dari hasil observasi dapat didefinisakan jenjang pendidikan penduduk dan remaja desa sumbernadi. Melihat dari tingkat pendidikan Desa Sumbernadi merupakan tingkat pendidikan yang cukup kurang merata karena dapat dilihat dari tingkat pendidika yang ditempuh sebagian masyarakat dominan hanya lulusan SLTP dan SLTA minoritas Perguruan Tinggi. Dibawah ini tabel tingkat pendidikan di Desa Sumbernadi;

Tabel 4.1 Tingkat Pendidikan Desa Sumbernadi

No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 SD dan SLTP 120
3 SLTA 148
4 PERGURUAN TINGGI 41

Sumber Data : Desa Sumbernadi

 

Menurut I Nyoman Suarno (Wawancara tanggal 22 juli 2014), jenjang pendidikan yang dimiliki oleh remaja hindu didesa sumbernadi ini, dikarenakan masih kurangnya pemahaman tentang pentingnya pendidikan oleh para orang tua terdahulu. Pada masanya itu para orang tua masih mementingkan tentang kekayaan atau harta yang akan menjadi bekal bagi anak-anak mereka. Bahkan mereka memberikan pilihan kepada remaja mereka untuk memberikan pilihan belajar atau sepeda motor dan sebagainya. masyarakat sumbernadi lebih besar memiliki mata pencarian sebagai petani, karena merupakan daerah trasmigrasi, itu juga yang menyebabkan kurangnya pemahamin para orang tua terdahulu dalam bidang pendidikan. Namun sekarang sudah mulai membaik bahkan sekarang pendidikan merupan salah satu tujuan para orangtua untuk anak mereka.

Desa Sumbernadi merupakan satu kesatuan sosial masyarakat agraris yang sebagian besar penghidupannya tergantung pada mata pencaharian sebagai petani, baik petani sawah maupun berkebun. Disamping sebagai petani ada juga yang berpropesi sebagai pengusaha wiraswasta, dan sebagainya. Selain itu lembaga sosial merupakan wadah kehidupan bersama masyarakat Desa Sumbernadi. Sebagaian besar masyarakat Desa Sumbernadi tergabung dalam lembaga sosial yang dinamakan dan Seka atau Kelompok, namun saat ini sedang dikembangkan lembaga sosial masyarakat yaitu pengembangan usaha tani melalui Koperasi yang sangat membantu pengembangan pertanian masyarakat. Berkat hal tersebut maka masyarakat desa sumbernadi kini mulai memahami pentingnya bagi generasi penerus mereka, agar terwujud suatu generasi muda yang berpendidikan diharapkan dapat membantu perkembangan masyarakat dan ekonomi masyarakat di Desa Sumbernadi.

 

Uji Persyaratan Analisis      

  1. Uji Normalis

Persyaratan dalam menganalisis data yang pertama dilakuan adalah uji normalis, uji ini dilakuakn untuk mengetahui normal tidaknya distribusi data yang akan dianalisis. Uji normalis dilakukan terhadap data variabel Minat Belajar Remaja, Peranan Tokoh Masyarakat dan peranan keluarga. Uji normalis menggunakan Shapiro-Wilk atau dengan rumus Kolmogorov-smirnov dengan taraf signifikasi  = 0,05, dengan jumlah responden (n) sebanyak 70 orang dengan hasil yang dapat dilihat pada lampiran 1.

Perhitungan uji normalis dari data variabel minat belajar remaja sebesar 0,119 dan signifikannya 0,015, variabel peranan tokoh masyarakat sebesar 0,94 dan signifikasinya 0,200, sedangkan variabel peranan keluarga sebesar 0,114 dan signifikasinya 0,24. Peranan tokoh masyarakat dan peranan keluarga signifikasinya > 0,05, sedangkan variabel minat belajar remaja signifikasinya < 0,05.

Jadi dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan data untuk krtiga variabel tersebut berdistribusi normal.

  1. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk menentukan teknik dalam analisis regresi apakah variabel bebas (X1 dan X2) dan variabel terikat (Y) berbentuk linier. Hasil perhitungan uji linearitas (F) antara peranan tokoh masyarakat (X1) dengan minat belajar remaja (Y) sebesar 27,257 dan signifikannya 0,000 adalah sangat signifikan pada < 0,05 atau 0,01. Uji linearitas (F) antara peranan keluarga (X2) dengan minat belajar (Y) sebesar 17,098 dan signifikasinya 0,000 adalah sangat signifikan pada < 0,05 atau 0,01. (lihat lampiran 2). Berdasarkan hasil perhitungn tersebut harga F pada tiap-tiap variabel adalah linear.

  1. Pengujian Hipotesis

Pengujian terhadap semua hipotesis dilakukan untuk mengethui hipotesis mana yang diterima dan hipotesis mana yang ditolak dengan maksud untuk menyimpulkan apakah hipotesis yang dirumuskan berdasarkan teori didukung oleh data lapangan yang ada. Disamping itu juga dilakukan untuk menguji kekuatan hubungan antara variabel bebas peranan tokoh masyarakat dan peranan keluarga terhadap variabel terikat minat belajar remaja, kemudian diuji pula hubungan variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Dalam memudahkan interpretasi serta melihat kekuatan hubungan antar variabel, pengujian hipotesis dilakukan dengan bantuan SPSS 17.0 dari Windows. Pengujian hipoteris pertama dan kedua menggunakan rumus korelasi product moment dengan taraf signifikasi  = 0,05, serta menguji keberartian regresi melalui persamaan regresi linier sederhana dan uji F dengan taraf signifikasi = 0,05. sedangkan untuk menguji hipotesis ketiga digunakan analisis regresi ganda dan uji signifikasi koefisien korelasi ganda.

 Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara satu variabel bebas dengan variabel terikat , dilakukan dengan teknik korelsi parsial.

 

 

 

 

Hubungan positif antara peranan Tokoh Masyarakat (X1) dengan Minat Belajar Remaja (Y).

 

Uji Hipotesis X1 dengan Y

 Regression

a  All requested variables entered.

b  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

  Variables Entered/Removed (b)
  Model Variables Entered Variables Removed Method
  1 Peranan Tokoh Masyarakat . Enter
   
 
Model Summary (b)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .512 (a) .262 .251 2.75797
a.      Predictors: (Constant), Peranan Tokoh Masyarakat

b.     Dependen Variable: Minat Belajar Remaja

 

ANOVA (b)

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.  
1 Regression 183.751 1 183.751 24.157 .000  
Residual 517.235 68 7.606      
Total 700.986 69        
a. Predictors: (Constant), Peranan Tokoh Masyarakat  
b. Dependent Variable: Minat Belajar Remaja  

 

Coefficients (a)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 28.552 2.557   11.167 .000
Peranan Tokoh Masyarakat .326 .066 .512 4.915 .000
a. Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

 

Dari hasil analisis regresi dihasilkan sebesar 0,262 Sedangkan Anova diperoleh F sebesar 24.157 dan signifiksinya 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa peranan tokoh masyarakat berhubungan positif dan signifikan dengan minat belajar remaja. Sedangkan koefisien determinasi 0,262 artinya, 26,20 % efektivitas minat belajar remaja dari kontribusi peranan tokoh masyarakat.

Jika kondisi hubungan sampel tersebut diprediksi untuk kondisi populasi penelitian, maka hubungan tersebut menunjukan  kondisi yang signifikan dengan uji t sebesar 11,167 Hasil uji signifikasi linier antara peranan tokoh masyarakat dengan minat belajar remaja menunjukan nilai F sebesar 24,157 adalah signifikan. Artinya minat belajar remaja kontribusi yang positif dan signifikan dari peranan tokoh masyarakat.

Jadi hipotesis yang dinyatakan, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara peranan tokoh masyarakat dengan minat belajar remaja di desa sumbernadi, sehingga dalam penelitian ini dapat diterima.

Melalui perhitungan regresi linier diperoleh persamaan  : 28,552+0,326X1. yang berarti bahwa kenaikan sekor peranan tokoh masyarakat, maka minat belajar remaja akan mengalami kenaikan 0,326 kali dari sekarang.

Apabila hubungan antara peranan  tokoh masyarakat (X1) dengan minat belajar remaja (Y), maka melalui analisis korelasi partial diperoleh koefisien korelasi partial (ry1x) sebesar 0,262 dan signifikasinya 0,00 < 0,05 adalah signifkan pada = 0,05. Artinya, terjadi hubungan antara Peranan Tokoh Masyarakat dengan  minat belajar remaja Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.

 

Hubungan positif antara Peranan Keluarga (X2) dengan Minat Belajar Remaja (Y).

 

Uji Hipotesis X2 dengan Y

Regression

Variables Entered/Removed(b)

Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Peranan Keluarga   Enter

a  All requested variables entered.

b  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

 

Model Summary(b)

  R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .448(a) .448a .189 2.87098  

a  Predictors: (Constant), Peranan Keluarga

b  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

 

ANOVA(b)

Model   Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 140.492 1 17.045 40,822 ,000(a)
  Residual 560.493 68      
  Total 700.986 69      

a  Predictors: (Constant), Peranan Keluarga

b  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

 

Coefficients(a)

Model   Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig.
    B Std. Error Beta    
1 (Constant) 25.929 3.670   7.065 .000
  Peranan Keluarga .348 .084 .448 4.129 .000

a  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

Dari hasil analisis regresi dihasilkan sebesar 0,348. Sedangkan anova diperoleh F sebesar 40,822 dan signifiksinya 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa peranan keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan minat belajar remaja. Sedangkan koefisien determinasi 0,448 artinya, 44,80% efektivitas minat belajar remaja diperoleh dari kontribusi peranan keluarga.

Jika kondisi hubungan sampel tersebut diprediksi untuk kondisi populasi penelitian, maka hubungan tersebut menunjukan  kondisi yang signifikan dengan uji t sebesar 7,065 hasil uji signifikasi linier antara peranan keluarga dengan minat belajar remaja menunjukan nilai F sebesar 40,822 adalah signifikan. Artinya efektivitas belajar remaja mendapat kontribusi ysng positif dan signifikan dari peranan keluarga.

Jadi hipotesis yang menyatakan, tedapat hubungan positif  dan signifikan antara peranan keluarga dengan minat belajar remaja di desa sumbernadi kecamatan ketapang kabupaten lampung selatan, dalam penelitian ini dapat diterima.

Melalui perhitungan regresi linier diperoleh persamaan  : 25,929+0,348 X2. yang berarti bahwa kenaikan suatu skor miant belajar remaja, maka efektivitabelajar remaja akan mengalami kenaikan 0,348 kali dari sekarang.

Apabila hubungan peranan keluarga (X2) dengan denan minat belajar remaja (Y) positif dan signifikan, maka melalui analisis korelasi partial diperoleh koefisien korelasi partial (ry2x) sebesar 0,448 dan signifikasinya 0,000 < 0,05 adalah signifkan pada = 0,05. Artinya, terjadi hubungan antara peranan keluarga dengan efektifitas minat belajar remaja hindu di desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan .

 

 

 

 

 

 

Hubungan positif antara peranan tokoh masyarakat (X1) dan peranan keluarga (X2) secara bersama-sama dengan minat belajar remaja (Y).

 

Uji Hipotesis X1, X2 dan Y

Regression

 Variables Entered/Removed(b)

Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Peranan tokoh masyarakat,  perenan keluarga . Enter

a  All requested variables entered.

b  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

 

Model Summary(b)

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .544 (a) .296 .275 2.71319  

a  Predictors: (Constant), Peranan Tokoh Masyarakat

b  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

 

ANOVA(b)

Model   Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 207.770 2 103.885 14.112 ,000(a)
  Residual 493.215 67 7.361    
  Total 700.986 69      

a  Predictors: (Constant), Peranan Keluarga, Peranan Tokoh Masyarakat

b  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

 

             Coefficients(a)

Model   Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig.
  B Std. Error Beta    
1 (Constant) 24.103 3.521   6.846 .000
Peranan Tokoh Masyarakat .242 .080 .380 3.023 .004
Peranan Keluarga .177 .098 .227 1.806 .075

a  Dependent Variable: Minat Belajar Remaja

Dari hasil analisis korelasi antara peranan tokoh masyarakat (X1) dan perana keluarga (X2) dengan minat belajar remaja (Y) dihasilkan  ry12x sebesar 0,380. Sedangkan Anova diperoleh F sebesar 14,112 dan signifiksinya 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa peranan tokoh  masyarakat  dan peranan keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan minat belajar remaja. Sedangkan determinasi 0,296 artinya, 29,60% efektivitas minat belajar remaja diperoleh dari peranan tokoh masyarakat dan peranan keluarga bersama-sama.

Persamaan regresi linear berganda menunjukan  = 24,103+0,242X1 +0,177X2. Hasil uji signifikasi linear ganda antara perana tokoh masyarakat  dan peranan keluarga secara bersama-sama dengan minat belajar remaja menunjukan nilai F sebesar 14,112 adalah signifikan. Artinya efektivitas kerja guru memperoleh kontribusi yang positif dan signifikan dari kompetensi profesional dan etos kerja secara bersama-sama

Jadi hipotesis yang menyatakan, tedapat hubungan positif  dan signifikan secara bersama-sama antara peranan tokoh masyarakat dan  peranan keluarga dengan minat belajar remaja di desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan dalam penelitian ini dapat diterima.

Fakta yang terungkap dari penelitian ini, jika dikaitkan dengan minat belajar remaja dapat dilakukan bila peningkatan peranan tokoh masyarakat dan peranan keluarga yang dilakukan secara bersama-sama. Sebagaimana disajikan diatas kekuatan hubungan masing-masing variabel bebas dan variabel terikat adalah: minat belajar remaja (Y) sebesar 29,60%, peranan masyarakat (X1) sebesar  26,20%, dan peranan keluarga sebesar (X2) sebesar 44,80%

Bersarkan hasil pengujian ketiga hipotesis tersebut, dapat disimpulkan secara sederhana koefisien regresi atau besarnya hubungan antar variabel dalam sekema hasil penelitian berikut ini:

Keterangan:

Y       = Minat Belajar Remaja

X1     = Peranan Tokoh Masyarakat

X2     = Peranan Keluarga

 

PENUTUP

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian ini maka penulis dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan atau hasil penelitian yang telah dilakukan selama ini di Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan adalah sebagai berikut:

  1. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan tokoh masyarakat berpengaruh pada minat belajar remaja Hindu, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis yang pertama yaitu 0,00 < 0,05 ini menunjukan hubungan yang signifikan, dan mendapatkan
  2. presentase sebanyak 26,20% sehingga dapat diterima.
  3. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan keluarga berpengaruh

 terhadap minat belajar remaja Hindu, hal ini bisa dilihat dari uji hipotesis dengan signifikanya 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa peranan keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan minat belajar remaja.  Dengan persentase sebesar 44,80% efektivitas minat belajar remaja diperoleh dari kontribusi perasanan keluarga. Artinya efektivitas belajar remaja mendapat kontribusi ysng positif dan signifikan dari peranan keluarga, sehingga penelitian dapat diterima. Sedangkan hubungan yang terjadi antara peranan tokoh masyarakat dan perana keluarga secara bersama-sama terhadap minat belajar remaja adalah minat belajar remaja (Y) sebesar 29,60%, peranan masyarakat (X1) sebesar  26,20%, dan peranan keluarga sebesar (X2) sebesar 44,80%

  1. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan suatu minat belajar remaja berpengaruh dengan adanya peranan tokoh masyarakat yang berpungsi sebagai pengawas perkembangan lingkungan remaja dan keluarga yang memiliki peran yang utama terhadap perkembangan pembelajaran yang diperlukan oleh remajanya. Dari hal tersebut maka pada saat ini jenjang pendidikan remaja hindu di Desa Sumbernadi kurang merata yaitu SD,SMP:120 ,SMA: 148 dan Sarjana : 41, hal ini terjadi mulai berkurangya peranan keluarga mendukung menuju perguruan tinggi.

 

 

SARAN

 

Beberapa saran yang dapat disampaikan sebagai berikut:

  1. Diharapkan adanya kesadaran bagi Orang Tua agar selalukan memberikan dukungan kepada generasi penerusnya untuk terus melajar mengejar cita-cita dalam dunia pendidikan, selain itu tokoh masyarakat hendaknya meningkatkan pengawasan kepada generasi penerus mereka dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini dikarenakan generasi penerus adalah ujung tombak dari Agama Hindu.
  2. Harapan kedepannya kepada remaja Hindu di Desa Sumbernadi agar selalu meningkatkan pembelajarannya baik secara formal maupun non-formal. Selain itu diharapkan juga kepada kedua orangtua agar selalu memberikan dorongan kepada remajanya dalam menempuh pembelajaran dengan baik dan setinggi-tingginya. Karena selain menjadi ujung tombak generasi Hindu remaja juga sebagai generasi muda juga sebagai ujung tombak bangsa, dan Negara, serta Hindu kedepannya.

 

 

DAFTRA PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010.  prosedur Penelitian (suatu Pendekatan Praktik) .Reneka Cipta

Djmarah Bahri Saiful. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga. Nineka Cipta, Jakarta

  1. Gunawan, Drs. Ary .2000. Sosiologi Pendidikan. PT Rineka Cipta, Jakarta

Hasbullah. 2008. Dasar-dasar ilmu pendidikan ( umum dan agama islam). Edisirevisi. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hatimah Ihat, dkk. 2011.  Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Edisi 1. Universitas Terbuka

Jurnal Pendidikan Agama. 2010.  Volum I, Nomor I, . Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Kajeng. Inyoman, dkk. 1997. sarasamuccaya.Paramita Surabaya

Margono S. Drs. 2007. Metologi Penelitian Pendidikan Komponen MKDK. PT. Rineka Cipta, Jakarta

Noor,Juliansyah. 2011. Metode Penelitian. Kencana. Jakarta

Sangadji,E.M .Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian( Pendekatan Praktis dalam   Penelitian) ANDI Yogyakarta

Sardiman. 2004. Interksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Grafindo.Indonesia

Shochib.moh.  2010. Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Rineka Cipta, Jakarta

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Rineka Cipta. Jakarta

Sobur,Alex. 1985. Komunikasi  Orang Tua dan Anak. Angkasa, Bandung

Sugiyono. 2013.  Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta, Bandung

Sukarlinawati,Wayan. 2008 Bahan Ajar,Ilmu sosial dan Budaya Dasar. Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung.

Surayin. 2007 Kamus Besar Bahasa Indonesia. CV. Yrama Widya

Syarbini,Amiruloh. 2014  Model Pendidikan Karakter dalam Keluarga. PT Gramedia Jakarta

Wahosumidjo.1992.kepemimpinan dan motivasi. Ghalia Indonesia. Jakarta

Yudha Triguna, IDB. DKK.  2010 Materi Pokok Psikologi Pembelajaran. Direktorat   Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu Kementrian Agama Hindu RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *