PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT AKTIF UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AGAMA HINDU (PTK pada Siswa Pasraman Saraswati Way Halim Bandar Lampung)

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PINDAH AGAMA  DAN CARA PENANGGULANGANNYA DIKALANGAN UMAT HINDU (Study Kasus di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang)

 

Oleh :

Ni Made Indrayani

Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

 

ABSTRAK : Di Indonesia ada enam agama yang dianut masyarakatnya yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Setiap masing-masing agama memiliki ajaran dan cara tersendiri dalam mengamalkan ajaran agamanya. Pada hakekatnya kita hidup saling berdampingan dan harmonis sesama makhluk hidup. Tetapi atas kepentingan seseorang maka banyak diantara masyarakat berganti keyakinan ideologi dan keyakinan agama namun, lebih pada dorongan ketidakpuasan ekonomi, sosial dan politik. Agama secara umum seharusnya dapat menciptakan suasana sejuk dan damai, tetapi pada kenyataannya di masyarakat agama dijadikan sebagai alat intern untuk menarik masa dengan berbagai alasan seperti contoh dalam bidang politik yang bersifat mencapai kekuasaan, yang sifatnya duniawi, yang berakar pada perasaan egois atau kepentingan pribadi, ditambah dengan ekonomi yang tidak stabil membuat masyarakat Hindu khususnya  dengan mudah pindah agama dengan berbagai alasan misal banyaknya banten membuat mereka mudah terhasut agama lain yang menganggap agama lain lebih mudah menjalankan ibadahnya. Cukup banyak terjadi kasus perpindahan agama,  seperti akibat dari hamil sebelum adanya ikatan perkawinan sehingga mendesak untuk pindah agama, sudah terlanjur cinta, adanya kepuasan materi tanpa memikirkan kepuasan rohani dan masih banyak lagi kasus-kasus yang terjadi. Pindah agama juga menimpa para remaja Hindu, hal ini disebabkan oleh para remaja Hindu mudah terpikat rayuan orang yang berkeyakinan lain sehingga mereka terjerat perbuatan zina yang dilarang oleh agama Hindu, karena mereka melakukan perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan maka akan sulit bagi orang tua untuk memisahkannya. Persoalan pindah agama inilah yang mengemuka di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang, Beberapa fenomena menunjukan bahwa tidak sedikit masyarakat Hindu yang pindah agama sudah dikemukan di atas, dan kondisi tersebut sepatutnya mendapat perhatian dan penanganan yang serius. Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka masalah yang diteliti adalah Apa saja faktor-faktor penyebab perpindahan agama di Kampung Sidoharjo kecamatan Penawartama kabupaten Tulang Bawang, bagaimana cara menanggulangi agar tidak terjadi perpindahan agama di Kampung Sidoharjo kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang. Maka hasil penelitian yang didapatkan hasil yaitu perkawinan lintas agama atau pekawinan berlainan agama merupakan faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya pindah agama. Adapun sangsi yang didapat apabila seseorang pindah agama baik secara skala dan niskala adalah atmanya tidak akan pernah menuju alam kesempurnaan, kebahagiaan dan tujuan tertinggi yaitu Moksa, setelah ajalnya tiba maka akan tenggelam ke lembah neraka, tidak akan pernah bertemu jalan Swargaloka, akan dikucilkan dikalangan banjar dimana ia tinggal, kehilangan garis keturunan seperti contoh kehilangan hak waris, dan tidak dapat membayar tiga hutangnya (Tri Rna). Dan cara penanggulangannya adalah dengan meningkatkan Sraddha dan Bhakti kepada Brahman, menanamkan nilai-nilai luhur agama kepada anak sejak usia dini, melakukan Tapa yaitu pengendalian diri dan menanamkan ajaran Nawawidya Bhakti yaitu sembilan jalan Bhakti menuju Moksa.

 

Kata Kunci : penyebab pindah agama, cara penanggulangannya.

 

PENDAHULUAN

Manusia memiliki batas kemampuan, kesadaran, dan pengakuan keterbatasannya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang berada diluar dirinya, sesuatu yang luar biasa itu adalah Tuhan maka dari itu manusia beragama, di Indonesia ada enam agama yang dianut masyarakatnya yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Setiap masing-masing agama memiiki ajaran dan cara tersendiri dalam mengamalkan ajaran agamanya.

Pada hakekatnya kita harus hidup saling berdampingan dan harmonis sesama makhluk hidup. Tetapi atas kepentingan seseorang maka tidak banyak diantara masyarakat yang berganti keyakinan ideologi dan keyakinan agama namun, lebih pada dorongan ketidakpuasan atas penyesuaian kasus ekonomi, sosial, dan politik. Agama secara umum seharusnya dapat menciptakan suasana sejuk dan damai, tetapi pada kenyataannya di masyarakat agama dijadikan sebagai alat intern untuk menarik masa dengan berbagai alasan seperti contoh dalam bidang politik yang bersifat mencapai kekuasaan, yang sifatnya duniawi, yang berakar pada perasaan egois atau kepentingan pribadi, ditambah dengan ekonomi yang tidak stabil membuat masyarakat Hindu khususnya  dengan mudah pindah agama dengan berbagai alasan misal banyaknya banten membuat mereka mudah terhasut agama lain yang menganggap agama lain lebih mudah menjalankan ibadahnya padahal telah disebutkan bahwa dalam Bhagavadgita yaitu siapa saja yang sujud kepada Aku dengan persembahan sehelai daun, sebiji buah-buahan, seteguk air, Aku terima sebagai bhakti persembahan dari orang yang berhati suci, maksud dari sloka tersebut adalah unsur-unsur dari suatu persembahan terdiri dari bunga, daun, buah, dan air, yang artinya bahwa bunga sebagai persembahan yang memiiki dua fungsi yaitu sebagai simbul dan sarana, sebagai simbul bunga digunakan saat melakukan kramaning sembah, sedangkan bunga sebagai sarana yang digunakan sebagai sesajen atau banten.

Demikian pada jaman Kali ini hendaknya perbuatan dan langkah termasuk perkataan  serta seharusnya selalu dipertimbangkan ke visi dan misi agama sebeum dijalankan demi santi yang dialami karena agama merupakan pedoman hidup yang membutuhkan adanya perjuangan dan motivasi diri untuk melepaskan diri dari hidup yang memang dalam kelahiran adalah sengsara.

Cukup banyak terjadi kasus perpindahan agama,  seperti akibat dari hamil sebelum adanya ikatan perkawinan sehingga mendesak untuk pindah agama, sudah terlanjur cinta, adanya kepuasan materi tanpa memikirkan kepuasan rohani dan masih banyak lagi kasus-kasus yang terjadi. Pindah agama juga menimpa para remaja Hindu, hal ini disebabkan oleh para remaja Hindu mudah terpikat rayuan orang yang berkeyakinan lain sehingga mereka terjerat perbuatan zina yang dilarang oleh agama Hindu, karena mereka melakukan perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan maka akan sulit bagi orang tua untuk memisahkannya.

Persoalan pindah agama inilah yang mengemuka di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang, Beberapa fenomena menunjukan bahwa tidak sedikit masyarakat Hindu yang pindah agama sudah dikemukan di atas, dan kondisi tersebut sepatutnya mendapat perhatian dan penanganan yang serius. cara penanggulangannya diupayakan mengingat dalam kehidupan masyarakat dipimpin oleh berbagai komponen, seperti ketua adat, kepala kampung, parisada kecamatan dan sebagainya.

Faktor-faktor penyebab pindah agama di Desa Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang, belum ditelusuri dan dikaji secara seksama. Wawancara ke arah itu baru sebatas dugaan. Beberapa faktor penyebab itu antara lain menyangkut persepsi, kesejahteraan, tingkat pendidikan, pergaulan, kepemimpinan kepala keluarga.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis mengangkat judul “Faktor-Faktor Penyebab Pindah Agama dan Cara Penanggulangannya di Kalangan Umat Hindu di Desa Sidoharjo kecamatan Penawartama kabupaten Tulang Bawang”suatu kajian yang sangat menarik bagi penulis karena agama merupakan pedoman dalam hidup yang dapat mengantarkan seseorang menuju kebenaran yang hakiki yaitu Moksa.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif. Data yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan berbagai metode dan teknik antara lain: metode wawancara, metode observasi, metode dokumentasi.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Menurut Pendapat William James yang dikutup dari para ahli yang terlibat dalam disiplin ilmu yang masing-masing mereka tekuni menyatakan konversi atau pindah agama disebabkan oleh faktor :

  1. Para ahli agama menyatakan bahwa pindah agama menjadi pendorong terjadinya pindah agama adalah petunjuk Illahi atau Tuhan.
  2. Para ahli sosiologi berpendapat yang menyebabkan pindah agama karena adanya pengaruh sosial yang diantaranya :
  3. Pengaruh hubungan antar pribadi baik pergaulan bersifat kagamaan maupun non keagamaan.
  4. Pengaruh kebiasaan rutin
  5. Pengaruh anjuran atau propaganda dari orang-orang dekat yang misalnya : karib, keluarga, famili dan sebagainya.
  6. Pengaruh pemimpin keagamaan, hubungan baik dengan pemimpin keagamaan juga salah satu pendorong terjadinya pindah agama.
  7. Pengaruh perkumpulan yang berdasarkan hobi
  8. Bersama atau masuk dalam perkumpulan dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama dapat pula menjadi salah satu pendorong pindah agama.
  9. Pengaruh kekuasaan dari pemimpin.
  10. Para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa yang mendorong terjadinya pindah agama adalah faktor psikologis baik dari dalam (intern) dan luar diri (ekstern).
  11. Faktor intern meliputi :

1). Kepribadian

Secara psikologis tipe kepribadian tertentu akan mempengaruhi kehidupan jiwa seseorang. Menurut William James tipe melankolis adalah tipe orang yang serius dan tertutup, cerdas dan sangat kritis dalam berpikir. Mereka yang memiliki tipe ini memiliki ketekunan yang lebih dari yang lainnya. Mereka memahami sesuatu secara setahap demi setahap hingga mereka betul-betul yakin baru mereka terima, jadi tidak begitu saja mereka menerima, melainkan membutuhkan suatu proses pemahama.

2).  Pembawaan

Pembawaan atau urutan kelahiran mempengaruhi terjadinya pindah agama. Anak sulung dan bungsu biasanya tidak mengalami tekanan jiwa. Sedangkan anak yang lahir diantara urutan diatas sering mengalami stres jiwa yang akan mempengaruhi pindah agama (Guy E. Swansen)

  1. Faktor Ekstern

Faktor luar yang mempengaruhi terjadinya pindah agama antara lain :

  • Faktor keluarga, keretakan keluarga, ketidakserasian, berlainan agama, kesulitan seksual dan kurang mendapatkan pengakuan dari kerabat lainnya. Kondisi tersebut akan menyebabkan pindah agama merupakan usaha untuk meredakan tekanan batin yang menimpa dirinya.
  • Lingkungan tempat tinggal

       Orang yang merasa diasingkan dari lingkungannya tinggal akan merasa sebatang kara, keadaan demikian mengakibatkan seseorang mencari ketenangan hingga kegelisahannya hilang dengan mencari suatu tempat untuk bergantung.

  • Perubahan Status

Perubahan status juga mengakibatkan terjadinya pindah agama seperti misalnya perkawinan dengan lain agama, perceraian, keluar dari sekolah, keluar dari pekerjaan dan lain sebagainya. Fanatisme dan ketahanan beragama tidak dapat dipisahkan dari peranan lingkungan (William T. Garison, 1987:39) dan peranan keluarga (Gilbert Hinghest, 1961:78)

  • Kemiskinan

Keadaan atau kondisi ekonomi yang sangat sulit juga mengakibatkan terjadinya pindah agama.

  1. Para ahli pendidikan berpendapat pendidikan juga mempengaruhi terjadinya pindah agama. Lebih lanjut para ahli menyatakan bahwa sekolah-sekolah yang bernaung dibawah yayasan agama tertentu memiliki tujuan keagamaan pula.

  • Faktor PenyebabTerjadinya Pindah Agama

       Dari hasil wawancara yang dilakukan tentang penyebab terjadinya pindah agama di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang anyara lain:

Tingkat Ekonomi Masyarakat Hindu Masih Rendah

faktor yang pertama adalah permasalahan ekonomi karena hampir sebagian besar umat Hindu bekerja sebagai petani dan buruh perkebunan sawit. Permasalahan tersebut timbul akibat mempertahankan kelangsungan hidupnnya. Selain itu adanya keinginan yang layak menyebabkan kebutuhan hidup beraneka ragam dan selalu bertambah termasuk salah satunya adalah kebutuhan agama dan kepercayaan. Kebutuhan tersebut berupa kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani yang berkaitan dengan upaya memperoleh kepuasan batin. Kebutuhan itu timbul akibat dorongan perasaan, etika, dan pikiran seseorang memperoleh kepuasan misalnya kebutuhan beribadah.

Rendahnya tingkat Pendidikan menyebabkan perpindahan agama terjadi

Faktor kedua yang menyebabkan pindah agama adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat umat Hindu di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang.

Berdasarkan faktor pertama dan faktor kedua saling berkaitan karena dari hasil pengamatan observasi dan wawancara yang didukung dengan angket semakin tingginya ekonomi masyarakat maka semakin tingginya tingkat pendidikan serta nilai pendidikan gama semak luas begitu  sebaliknya masyarakat yang ada di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang.

Perkawinan Merupakan Faktor Terbesar Penyebabkan Terjadinya Pindah Agama

Dari hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi dan wawancara  bahwa faktor penyebab pindah agama yang terbesar disebabkan oleh terjadinya perkawinan lintas agama atau perkawinan pindah agama. Perkawinan pindah agama merupakan faktor pendorong yang berasal dari luar atau ekstern yang juga dikemukakan oleh para ahli yaitu William T. Garison (1987:39) menyatakan bahwa perubahan status juga mengakibatkan terjadinya pindah agama misalnya perkawinan dengan lain agama, perceraian, keluar dari sekolah, keluar dari pekerjaan dan lain sebagainya.

Perkawinan menurut Undang-undang No.1 Tahun 1974, Pasal 1 disebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Terjadinya perkawinan karena adanya interaksi antara individu satu dengan yang lainnya dan lingkungannya, menyebabkan timbulnya rasa saling menyukai timbullah rasa cinta, adanya keinginan untuk bersatu mengikatkan diri dengan pasangannya untuk membentuk keluarga atau rumah tangga untuk tujuan melangsungkan kehidupan guna memperoleh keturunan atau anak yang suputra.

       Lebih lanjut dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa bagi mereka yang melakukan pindah agama dikarenakan menikah dengan pasangan yang berbeda agama. Sehingga kemudian menyebabkan salah satu dari pasangan suami atau istri harus mengikuti atau menganut agama yang dianut oleh pasangannya. Hal ini merupakan hasil dari kesepakatan atau sebuah komitmen yang dibentuk sebelum terjadinya perkawinan.

Tabel 2 daftar perkawinan umat Hindu yang berbeda agama dari tahun 2009-2013

No Tahun Perkawinan lintas agama Jumlah
1 2009 Hindu + Islam

Hindu + Kristen

3

1

2 2010 Hindu + Islam 4
3 2011 Hindu + Islam 3
4 2012 Hindu + Islam 6
5 2013 Hindu + Islam 0
Jumlah 16

(Sumber data dari wawancara melalui via telepon bapak I Gusti Bagus astate pada Kamis, 03 Oktober 2012)

 

 

  • Cara Penanggulangan Pindah Agama

       Berdasarkan uraian diatas maka hal yang dapat disimpulkan adalah faktor-faktor perpindahan agama secara umum yang telah terjadi dimasyarakat  tanpa terkecuali di Desa Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang.

Cara untuk mencegah perpindahan agama adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Sraddha dan Bhakti kepada Brahman
  2. Menanamkan nilai-nilai luhur agama kepada anak sejak usia dini
  3. Melakukan Tapa yaitu pengendalian diri seperti dengan mengontrol nafsu seks atau tidak terpengaruh atas dasar cinta maka perpindahan agama akibat perkawinan yang ada di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang dapat ditekan.

PENUTUP

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Faktor pindah agama yang terjadi di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang adalah tingkat pemahaman masyarakat Hindu masih rendah dikarenakan hampir sebagian besar umat Hindu yang ada di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang bekerja sebagai buruh tani, rendahnya tingkat pendidikan sehingga perpindahan agama itu terjadi dan faktor terbesar yang menyebabkan perpindahan agama dikalangan umat Hindu adalah perkawinan lintas agama atau berlainan agama berdasarkan sampel sebanyak 30 orang yang telah diwawancarai di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang. Menurut pendapat masyarakat Hindu yang ada di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang bahwa pindah agama yang dilakukan oleh masyarakat Hindu karena kurangnya pemahaman tentang agama serta ada juga yang berpendapat bahwa pindah agama merupakan Hak Asasi Manusia jadi setiap manusa bebas menjalankan keyakinannya masing-masing termasuk pindah agama.
  2. Adapun cara penanggulangan terhadap pindah agama yang terjadi di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang adalah meningkatkan Sraddha dan Bhakti kepada Brahman, menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak sejak usia dini, dan melakukan Tapa yang berarti mengendalikan diri seperti mengontrol nafsu seks atau tidak terpengaruh atas dasar cinta maka, perpindahan agama akibat perkawinan yang ada di Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang dapat ditekan.

 

SARAN

Adapun saran-saran yang penulis sampaikan terkait dengan hal ini adalah :

  1. Dengan kita meningkatkan Sraddha dan Bhakti kita kepada Brahman, mampu mengendalikan diri maka keyakinan kita tetap teguh dan tak tergoyahkan karena kita selalu ingat akan Brahman karena Brahman itu Esa.
  2. Selalu meminta pendapat serta solusi akan orang yang lebih tua ataupun tokoh agama yang ada dimasyarakat tentang agama agar menambah wawasan kita tentang agama supaya menjadi Hindu yang militan.

 

DAFTRA PUSTAKA

Adipura, Gede Rudia. 2003. Pengetahuan Dasar Agama Hindu. STAH DN. Jakarta.

Darminta, Purwa, W.J.S. 1976. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

Feryanto, Agung, dkk. 2013. EKONOMI. Intan Pariwara. Yogyakarta.

Fokus Media. 2004. UUD 1945 dan amandemennya.

Nengah, Drs. Maharta, M.Si dan Wayan, Ni Seruni, BBA,AP,S.Ag,M.Si. 2011. Kumpulan Naskah Dharma Wacana. Percetakan Prima. Lampung.

Netra, Drs. A.A Gede Oka, 1994. Tuntunan Dasar Agama Hindu. Departemen Agama Direktorat Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Jakarta.

Nengah, Drs. Maharta, M. Si dan Wayan, Ni Seruni, BBA. 2002. Tanya Jawab Agama Hindu. Lampung

Tim penyusun, 2013. Pedoman Penulisan Skripsi Dan Karya Ilmiah STAH Lampung. Bandar Lampung

Titib, I Made. 2003.  Keutamaan Manusia dan Budhi Pekerti. Paramitha. Surabaya.

Puja, G. MA.SH.2002. Manawa Dharmasastra atau Weda Smrti. CV. Felita Nursatama Lestari. Jakarta

Puja, Gede. 1999. Bhagavadgita (Pancama Veda). Paramita. Surabaya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *